SMP Ditilang Rp 10.000,- Jadi Polisi

akbp

SALATIGA, mediaaras — Ada yang berbeda dengan Kapolres satu ini, meski baru beberapa bulan bertugas di kota toleran Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan, S.I.K., M.H., M.I.K  Kapolres Salatiga. Dikenal akrab dengan pangilan Yimmy. Orangnya sederhana dan aktif di dumay alias dunia maya alias MedSos. Lihat saja, hampir setiap hari ada postingan dari setiap kegiatannya.

Aha! Itu sih tuntutan jaman now, ujarnya sambil tertawa lebar, hanya sekedar sekalian catat jurnal, jelasnya lagi. “Bijak menggunakan Media Sosial itulah pesannya bagi seluruh masyarakat Indonesia. Gunakan MedSos untuk hal-hal yang berguna.” Tandasnya

akbp
sumber : facebook/profile (AKBP Yimmy Kurniawan bersama keluarga)

Kapolres Salatiga ini dikenal ramah dan humoris.  Dikatakannya, kalau dulu ia mencatat setiap kegiatan di buku sekarang cukup dengan di MedSos sambil ia menjalin hubungan seluas-luasnya dengan lapisan masyarakat. “Lewat facebook saya mencatat jurnal dan sekaligus bersosialisasi dengan masyarakat. Jika kita menggunakan Medsos dengan bijak itu sangat berguna dan efektif sekali. Contohnya, kalau dulu mungkin masyarakat sangat sungkan dan enggan melaporkan hal-hal yang sebenarnya harus cepat diatasi namun sekarang masyarakat dapat dengan mudah menyampaikan apapun. Beberapa aduan dari masyarakat lewat inbox saya dan saya segera tindak lanjuti. Ini sangat baik. Setiap pesan masuk saya langsung responi. Jadi, masyarakat tidak perlu takut untuk menyampaikan apapun sekarang ini. Hanya harus memperhatikan etika” Ujarnya.

akbp
sumber : doc. mediaaras.com (bersama mediaaras.com, Hokinews dan Arasmedia Salatiga)

Hasil pengamatan mediaaras.com dengan menyelusuri aktifitas Yimmy dimasyarakat meski baru beberapa bulan berada di Salatiga namun kehadirannya cukup familiar. Ia dengan ramah menyalami setiap orang yang menyapanya. Tidak berlebihan jika mediaaras.com mengangkat profilnya yang gaul dan sederhana. Bukan pencintraan tapi memang Kapolres Salatiga ini memang sedikit beda. Ia juga tekun olahraga jalan kaki atau naik sepeda di pagi hari sambil menyapa warga yang ditemui. Aktifitas ini, terposting di akun facebooknya.

akbp
sumber : facobook/profile (Bersepeda bersama AKBP Yimmy Kurniawan Kapolres Salatiga (nomor 13 dari sebelah kiri dan nomor 6 dari sebelah kanan)

Menurutnya, berprofesi sebagai Polisi sangatlah mulia. Itu adalah impiannya sejak kecil, karena ia melihat semua permasalahan sosial di masyarakat endingnya ditangani polisi. Dan, alasan lainnya, untuk meraih impiannya sebagai Polisi, ia tak perlu menyusahkan keluarga karena ia memperolehnya dengan beasiswa. “Dari semua keluarga saya hanya saya yang Polisi. Orangtua dan keluarga saya memberikan kebebasan untuk memilih.” Jelasnya lagi.

Menjadi seperti sekarang ini, ia sangat menikmatinya. Dekat dengan siapa saja semua lapisan masyarakat. “Saya lebih suka peranan sebagai polisi di tengah masyarakat. Polisi itu lebih dominan ketimbang yang lainnya, itu yang menjadi pikiran saya sewaktu masih SMA.  Polisi itu berperan dalam kehidupan sosial sebagai pelindung atau pengayom masyarakat, mengajari masyarakat untuk bersosial dengan baik, membantu untuk membuat perencanaan sosial yang ada, contohnya saat pemilu. Polisi tidak perlu ditakuti “.

akbp
Sumber : Facebook/profile (AKBP Yimmy Kurniawan bersama H. Yulianto SE, MM Walikota Salatiga dalam acara Drag Bike Championship)

Ada satu pengalaman yang tak dapat dilupakannya. Ketika ia masih duduk di bangku SMP. “Saya pernah kena tilang waktu SMP, pada tahun 1994. Saya disuruh bayar sebesar Rp 10.000, 00 , kala itu jumlah segitu besar sekali. Saya pulang kerumah mengambil tabungan saya lalu saya bayarkan ke bapak itu. Saya berpikir, kok ada ya polisi yang seperti itu, harusnya tidak, seperti itu kan jelek.” Kenangnya. “Ini memotivasi tekad saya untuk menjadi polisi.”

Mandiri dan disiplin, hal yang tertanam di sini. Hal ini terbangun sejak ia SMA tinggal di asrama, terbiasa mandiri. Melakukan segala sesuatu sendiri. Tugas polisi itu sangat luas sehingga memotivasinya untuk mempelajari berbagai macam hal. Baginya, Polisi tidak hanya menggunakan fisik semata tapi dari berbagai sisi. Berbagai pokok masalah menggunakan dari sisi kemanusiaan, menggunakan sisi ilmu psikologi, sosiologi, antropologinya seperti apa, sehingga tantangannya ketika melihat suatu case atau fenomena sosial bisa dilihat dari berbagai macam sisi ketika melayani masyarakat luas. (Slv/*)

Baca : Peredaran Sabu dan Ganja, Tidak Ada Flakka di Salatiga

Bagikan Artikel ini !

Related posts

Leave a Comment