Natal Pansi Heboh, Jalanan Sunyi Sepi, Balon & Toleransi Berkibar

toleransi

SALATIGA, mediaaras.com — Dini hari Pukul 03.00 kurang, Senin (25/12/17) saat ayam jantan belum berkokok. Sepanjang jalan, jalur searah kendaraan roda empat, roda dua dan para pejalan kaki bagai iringan semut tak putus-putusnya merayap ke arah Lapangan Pancasila Salatiga. Pusat kota Salatiga kini dipenuhi iringan umat Nasrani dan berakhir di  Lapangan. Acara tahunan  ini acap kali menjadi ajang rekreasi dan reuni.

toleransi
Keramaian Acara Natal 25/12/17 di Pansi, Sekota Salatiga

Sepanjang jalan macet merayap. Parkiran panjang memenuhi sepanjang jalan Pansi. Para pejalan kaki sambil menenteng gulungan tikar seperti barisan pasukan serangan fajar langsung mematok tempat duduk dengan menggelar tikar.  Seolah terkomando rapi dan tertib setiap patokan gelar tikar terisi dengan sistematis.toleransi

Baca : Natal Di Lapangan Pancasila, Salatiga Heboh Tertoleran

Pukul 04.00 Ibadah Natal di mulai, secara perlahan namun pasti jalanan pun mulai lenggang dan akhirnya sunyi sepi kecuali aparat kepolisian, Satpol PP, dan petugas keamanan lainnya serta beberapa petugas yang memegang senjata lengkap dengan siaga mengamati setiap gerak-gerik apabila mencurigakan.

 

toleransi

Kantor kepolisian yang berhadapan langsung dengan Pansi tampak sibuk namun tetap ramah melayani peserta yang membutuhkan bantuan.

Para pedagang yang biasa menggelar dagangannya di subuh hari tampak tutup hanya beberapa penjual alas duduk dari plastik tampak heboh dan ramai menawarkan dagangannya. “Rizki akhir tahun mabak!” Ujar salah seorang pedagang yang tersenyum lebar sambil menawarkan dagangan alas duduk. “Banyak kog yang beli. Biasanya saya habis. Beruntung mbak, sekali setahun selembar Rp 5000,-. Tidak ada yang nawar. Ya, lumayanlah..”

“Tema : “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu ….. ” Kolose 3 : 15.”

 

Natal kali ini mengambil tema seirama dengan tema nasional PGI yaitu :  “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu ….. ” Kolose 3 : 15. Acara celebration ( praise and worship) dimulai.

toleransi
Ibu Atin Sudarmo, Ketua Panitia Natal Salatiga, 2017 dan Pdt. Hananto (dibelakang)

Kemudian diikuti dengan kata sambutan dari ketua Panitia yang menyatakan bahwa ibadah Natal tahun ini adalah ibadah yang luar biasa oleh karena sepanjang hari Salatiga nyaris diguyur hujan, namun tiga hari berturut-turut tidak ada hujan hingga hari ini.

“Puji Tuhan. Saya sebagai ketua panitia bersyukur kepada Tuhan dan saya bangga. Ini semua karena doa kita semua.” Ujar Ibu Atin Sudarmo, Ketua Panitia Natal kali ini.

toleransi
Cuaca begitu cerah saat perayaan natal di Pansi, Salatiga 2017

toleransi

 

Acara ini dibuka dengan pelepasan balon berhadiah yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Salatiga M. Teddy Sulistio, SE dalam sambutannya mengatakan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan dan seluruh warga Salatiga.

toleransi
Ketua DPRD Kota Salatiga M. Teddy Sulistio, SE, (tengah jaket hitam) membuka acara dengan pelepasan balon berhadiah.
toleransi
Pelepasan balon berhadiah

“Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Salatiga “Laskar-laskar Kristus” yang turut berkontribusi sehingga Salatiga mendapat jabatan kota tertoleran se-Indonesia. Melalui moment natal ini kita semua diberi karunia dan damai. Kita semua bergandeng tangan untuk kota Salatiga tetap toleran dan rukun dengan penganut agama lain. Salatiga sebagai rumah kita bersama.” Ujarnya dengan semangat.(*)

Baca : Refleksi Natal : Damai di Balik Paradoks Kristus

Bagikan Artikel ini !

Related posts

Leave a Comment